*## Ringkasan*
Video ini merupakan wawancara dengan Prof. Dr. Dr. dr. N. Jumanto,
M.Pd.I, presiden Asosiasi Pragmatik Indonesia, yang membahas secara
komprehensif mengenai ilmu pragmatik. Penjelasan dimulai dari definisi dasar
pragmatik, perbedaan antara pragmatik verbal dan nonverbal, hingga teori-teori
utama seperti tindak tutur dan prinsip kerja sama. Selain itu, Prof. Jumanto
membahas tiga paradigma utama dalam pragmatik: paradigma menyelamatkan muka
(face saving), paradigma ancaman muka (face threat), dan interaksi strategis
(strategic interaction). Video ini sangat cocok bagi mahasiswa, dosen, atau
siapa saja yang ingin memahami dasar-dasar pragmatik sekaligus mendapatkan
gambaran praktis penelitian pragmatik dan aplikasinya dalam interaksi
sehari-hari serta penelitian akademik.
- **00:00 – 01:32: Perkenalan dan Latar Belakang Prof. Jumanto**
Prof. Jumanto diperkenalkan
sebagai presiden Asosiasi Pragmatik Indonesia dan menjelaskan latar belakang
asosiasi yang menaungi dosen dan praktisi pragmatik.
- **01:32 – 05:02: Definisi dan Ruang Lingkup Pragmatik**
Penjelasan pragmatik berasal
dari tindak manusia, baik verbal maupun nonverbal, dengan pembagian pragmatik
semiotik dan linguistik pragmatik. Pendefinisian tindak tutur (speech act) dan
unsur lokusi (bentuk), ilokusi (makna), serta perlokusi (efek).
- **05:02 – 07:14: Teori Petutur dan Konsep Power-Solidarity**
Penekanan pada interaksi antara
penutur dan petutur, dengan pengakuan dimensi kekuasaan dan solidaritas dalam
pragmatik oleh Brown dan Levinson.
- **07:14 – 12:18: Prinsip Kerjasama Grice dan Teori Kesantunan Brown
dan Levinson**
Dijelaskan prinsip kuantitas,
kualitas, relevansi, dan cara dalam percakapan serta pengembangan teori
kesantunan sebagai kritik dari prinsip kerja sama.
- **12:18 – 17:09: Perkembangan Teori Kesantunan dan Teori
Ketidaksantunan (Impoliteness)**
Brown dan Levinson fokus pada
strategi kesantunan; sementara teori ketidaksantunan oleh Culpeper melihat
penggunaan bahasa untuk menyerang (face threat).
- **17:09 – 21:41: Paradigma Ketiga: Interaksi Strategis dan Bahasa
Berkarakter**
Fenomena tuturan yang mengancam
namun juga memuji (harmonizing face threat), contoh riset bullying yang
mengandung unsur keakraban, dan pengembangan Bahasa Berkarakter yang membedakan
bahasa jarak (formal) dan akrab.
- **21:41 – 26:52: Saran Penelitian Pragmatik untuk Mahasiswa**
Penjelasan tentang jenis
penelitian pragmatik: deskriptif vs. analitik, contoh fokus pada pelanggaran
maksim, kesantunan positif dan negatif, ketidaksantunan, serta akibat
penggunaan bahasa yang tidak sesuai konteks.
- **26:52 – 29:20: Dampak Pragmatik dalam Kehidupan Sosial dan
Penutup**
Contoh nyata dampak bahasa
tidak santun di ruang publik yang berujung pada konflik sosial; pesan penting
literasi bahasa dan penutup dengan ucapan terima kasih.
- 🔍 **Pragmatik sebagai Ilmu Tindak Manusia**:
Melibatkan tutur verbal dan nonverbal dengan analisis terhadap bentuk (lokusi),
makna (ilokusi), dan efek (perlokusi).
- 📚 **Teori Kunci dalam Pragmatik**: Speech act
(Austin & Searle), power-solidarity (Brown & Levinson), prinsip kerja
sama (Grice), kesantunan dan ketidaksantunan dalam komunikasi.
- 🔄 **Tiga Paradigma Pragmatik Modern**: Face
saving (melindungi muka), face threat (mengancam muka), dan strategic
interaction (interaksi strategis dalam konteks bahasa akrab dan formal).
- 📝 **Strategi Penelitian Pragmatik**: Pilihan
antara deskriptif dan kritis, fokus pada pelanggaran maksim, pengelolaan muka,
dan konteks sosial komunikasi.
- ⚠️ **Dampak Bahasa Tidak Santun di Ruang Publik**: Penggunaan bahasa akrab secara tidak tepat bisa berpotensi menyebabkan konflik sosial hingga kekerasan.

.png)