Asal-Usul Pragmatik dan Pengaruhnya

Jumanto Jumanto PhD in Linguistics (Pragmatics), Universitas Indonesia, 2006. Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Pragmatik berasal dari kata “pragmeme” (human act; Mey, 1998; 2001), yang artinya tindak manusia. Tindak manusia bisa verbal dan non-verbal. Secara cerdas Austin (1950’s) mengelaborasi tindak verbal tsb menjadi speech act dalam teorinya Speech-Acts Theory, terinspirasi oleh language function Buhler (1918), tentang asal-usul masalah pragmatik, dan teori Malinowski (1923) yang memandang language use sebagai cara bertindak (a mode of action). Demikian, language function => language use => mode of action => speech act.
Sementara itu, tindak non-verbal menjadi objek yang lebih tepat dalam kajian semiotik pragmatik (pragmatic semiotics), di mana ikon (identitas), indeks (kausalitas), dan simbol (relatif-subjektivitas) juga merupakan interaksi makna. Pragmatik adalah tentang interaksi makna, berbeda dari deskripsi makna yang ditangani oleh semantik maupun sosiolinguistik. Sosiolinguistik yang merupakan deskripsi makna terkait dalam aspek sosial, bisa menjadi interaksi makna (dengan aspek sosial) sehingga akan menjadi: sosiopragmatik.
Salam Pragmatik!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.